Kerjasama Pengembangan Radio Komunitas AMAN

Bertempat di Rumah AMAN di Tebet, Jakarta Selatan, telah dilakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara AMAN dengan Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) tentang pengembangan radio komunitas.

Rukka Sombolinggi selaku Sekjen AMAN mengatakan bahwa radio komunitas  bukan hanya sebagai alat bercerita, akan tetapi  juga  menjadi alat penguatan Masyarakat Adat. Radio komunitas sebagai alat perjuangan dengan sesama komunitas dan dengan pengambil kebijakan.

“Pekerjaan kita melampaui MoU. Kita merayakan solidaritas, gotong royong dan merayakan 20 tahun AMAN,” ujar Rukka.

Ia menambahkan bahwa penandatangan MoU kali ini sebagai tonggak solidaritas bagi kedua lembaga. MoU ini sendiri berisi kesepakatan antara lain mendorong radio komunitas AMAN menjadi anggota JRKI. Dengan kata lain, mengukuhkan kerja sama antara AMAN dan JRKI terkait pengelolaan dan pengembangan radio komunitas.

Sementara Ketua JRKI, Sinam M. Sutarno mengatakan bahwa Masyarakat Adat sudah bersama-sama dengan JRKI sejak lama. “AMAN ikut mendorong kongres JRKI. Jadi ini bukan pertemuan awal kerjasama. Ini bahkan sudah 15 tahun,” ujar Sinam.

Dalam kerangka kerja sama antara JRKI dengan AMAN untuk penguatan Masyarakat Adat melalui radio, Sinam menceritakan pelajaran yang ia petik dari kunjungannya ke komunitas adat Ainu, di Hokkaido, Jepang. Menurutnya, radio komunitas saat ini tidak perlu mengudara sepanjang waktu laiknya radio komersial. “Cukup satu jam per minggu, tapi kontennya digarap secara berkualitas; disebarkan ke berbagai radio jaringan di Jepang. Selebihnya bisa disebarluaskan juga ke platform media sosial”.
MoU ini berisikan butir-butir kesepakatan sebagai berikut :

1). Mendorong radio komunitas AMAN menjadi anggota Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI).

2). Mengembangkan kapasitas pengelola radio komunitas AMAN.

3). Melakukan siaran berjaringan antara radio komunitas AMAN dengan radio-radio komunitas anggota JRKI termasuk penyebaran konten radio.

4). Melakukan advokasi bersama terkait regulasi dan kebijakan tentang penyiaran Radio Komunitas.

Untuk itu, katanya, radio bukan hanya berbicara soal fisik, tetapi juga apa program-program dan manfaatnya untuk Masyarakat Adat.